Lawang (MTsN 3 Malang) – Memasuki hari kedua pelaksanaan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA), Selasa (15/07), seluruh siswa baru MTsN 3 Malang mendapatkan pembekalan penting terkait Anti Korupsi dan kedisiplinan. Melalui kegiatan apel dan berlangsung di halaman madrasah, kegiatan dihadiri oleh Kepala Madrasah serta seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MTsN 3 Malang, dan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Lawang, sebagai pembina apel sekaligus pemateri.
Dalam pemaparannya, AKP. H. M. Lutfi menyampaikan dua pokok materi utama yang sangat relevan dengan pembentukan karakter generasi muda, yaitu anti korupsi dan kedisiplinan. Beliau menekankan bahwa kejujuran dan kedisiplinan adalah dua sikap dasar yang harus ditanamkan sejak dini dalam kehidupan pelajar. “Korupsi tidak selalu dimulai dari jumlah besar, tetapi dari kebiasaan tidak jujur dalam hal kecil. Maka dari itu, utamakan kejujuran dalam setiap hal, sekecil apa pun itu,” pesannya.
Kapolsek Lawang juga memberikan apresiasi terhadap penerapan Madrasah Ramah Anak (MRA) di MTsN 3 Malang, khususnya dalam pendekatan disiplin positif yang diterapkan kepada siswa. Menurutnya, pendekatan tersebut sangat efektif dalam menumbuhkan kesadaran siswa terhadap aturan tanpa harus menimbulkan ketakutan. “Saya sangat mengapresiasi kedisiplinan yang dibangun di MTsN 3 Malang. Di sini anak-anak didampingi, bukan ditakuti. Disiplin positif seperti ini adalah langkah maju dalam mendidik generasi yang berkarakter,” ujarnya.

Sementara itu, kepala MTsN 3 Malang menyampaikan bahwa kehadiran Kapolsek Lawang dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara madrasah dan aparat penegak hukum dalam membina karakter peserta didik. Peserta MATSAMA tidak hanya dikenalkan pada lingkungan dan budaya madrasah, tetapi juga pada nilai-nilai integritas yang menjadi bekal mereka dalam menjalani kehidupan, jelas Hj. Warsi.
Hj. Warsi menambahkan bahwa melalui materi yang disampaikan, MTsN 3 Malang terus menguatkan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), terutama dalam menanamkan cinta kepada diri sendiri (hubbun nafs) melalui kedisiplinan yang menyadarkan dan cinta kepada bangsa dan negara (hubbul wathan wal bilad) melalui komitmen anti korupsi sejak dini. Dengan sinergi semua pihak, madrasah berkomitmen mencetak generasi yang berakhlak, berintegritas, dan siap menyongsong masa depan gemilang.






