MALANG — Dalam upaya memperkuat tata kelola pendidikan modern dan membangun ekosistem madrasah yang inovatif, MTsN 3 Malang menerima kunjungan studi tiru dari rombongan MTsN 4 Malang pada Jumat 24 Juli 2026 di area MTsN 3 Malang, Lawang. Kunjungan interaktif ini diikuti oleh jajaran pimpinan, tim pengembang kurikulum, serta pengelola program dari MTsN 4 Malang. Agenda utama kegiatan ini berfokus pada studi praktik baik (best practice) dalam pengelolaan program madrasah riset dan implementasi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), yang dirangkai secara komprehensif melalui diskusi mendalam serta sesi Matsaneti Tour.
Sebagai salah satu madrasah rujukan berprestasi, MTsN 3 Malang terus berkomitmen membagikan pengalaman positif dalam membangun iklim akademik berbasis riset dan penguatan literasi. Sambutan hangat disampaikan langsung oleh Kepala MTsN 3 Malang, Hj. Warsi, yang mengapresiasi kepercayaan serta semangat kolaborasi dari rombongan MTsN 4 Malang.

Dalam sambutannya, Hj. Warsi menegaskan pentingnya sinergi antar-lembaga pendidikan demi kemajuan mutu madrasah di Indonesia.
“Kehadiran sahabat-sahabat dari MTsN 4 Malang merupakan kehormatan sekaligus sarana untuk saling menguatkan. Pengelolaan program riset dan optimalisasi UKBI bukan sekadar pemenuhan target administratif, melainkan bentuk investasi karakter, nalar kritis, dan budaya berpikir ilmiah bagi peserta didik. Terbukti hal tersebut menjadikan murid MTsN 3 Malang Ketika pelaksanaan TKA di mata pelajaran Bahasa Indonesia, Alhamdulillah murid MTsN 3 Malang banyak yang mendapatkan nilai sempurna. Untuk itu kami sangat terbuka untuk saling berbagi strategi agar budaya berprestasi dan inovatif ini dapat tumbuh bersama di lingkungan madrasah,” ungkap Hj. Warsi.

Selama sesi diskusi, tim pengembang MTsN 3 Malang memaparkan secara rinci tahapan integrasi program riset ke dalam kurikulum pembelajaran. Materi yang disampaikan mencakup pembimbingan karya ilmiah remaja, tata kelola laboratorium riset, hingga strategi pendelegasian siswa dalam berbagai ajang kompetisi ilmiah tingkat nasional. Tak kalah penting, dipaparkan pula strategi sukses pelaksanaan UKBI sebagai tolok ukur peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia, baik bagi siswa maupun pendidik, untuk memperkuat fondasi literasi madrasah.
Suasana keakraban semakin terasa saat memasuki agenda Matsaneti Tour. Pada sesi ini, seluruh rombongan diajak berkeliling menyusuri berbagai fasilitas unggulan MTsN 3 Malang. Peserta studi tiru melihat secara langsung sudut-sudut pembelajaran inklusif, laboratorium riset, pusat literasi, serta sarana pendukung lingkungan madrasah yang asri, kondusif, dan ramah anak.

Kegiatan studi tiru ini diakhiri dengan diskusi interaktif, penyerahan cenderamata kenang-kenangan, dan foto bersama sebagai simbol eratnya tali silaturahmi antar-madrasah. Melalui pertukaran wawasan ini, MTsN 3 Malang berharap sinergi yang terjalin mampu memberikan dorongan positif bagi kedua belah pihak dalam mencetak generasi penerus yang unggul secara akademik, kuat dalam budaya literasi, serta berakhlak mulia menuju Indonesia Emas.(atr)