Lawang (MTsN 3 Malang). Setelah beberapa saat lalu menggelar workshop implementasi kurukulum merdeka (IKM), Senin (15/08), MTs Negeri 3 Malang kembali melaksanakan kegiatan workshop yang terkait dengan IKM. Berlangsung di aula ma’had putri, kegiatan workshop berfokus pada pembahasan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil Alamin.
Hj. Warsi selaku kepala madrasah menjelaskan bahwa sesuai dengan SK Dirjen Pendis Nomor 3811 Tahun 2022 tentang Madrasah Pelaksana Kurikulum Merdeka Tahun 2022/2023, alhamdulillah MTs Negeri 3 Malang mendapatkan amanah sebagai salah satu madrasah percontohan dalam melaksanakan kurikulum merdeka di tahun 2022. Oleh karena itu, kami sangat berupaya untuk mendukung dan mensukseskan penerapan kurikulum merdeka, saat ini kita sudah tiga kali melaksanakan kegiatan workshop terkait dengan IKM, mulai dari sosialisasi, workshop IKM, dan saat ini kita fokuskan pada pembahasan proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil Alamin, ungkap kepala MTs Negeri 3 Malang.
Ditambahkan oleh, Hj. Warsi bahwa melalui kegiatan workshop ini, kami berharap seluruh pendidik dapat memahami dan dapat mengimplementasikan profil pelajar pancasila dalam proses pembelajaran, yang sesuai dengan beberapa unsurnya yaitu; beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif, ungkap Kepala MTs Negeri 3 Malang.

Sebagai narasumber utama yaitu Mochamad Zaenuri, yang merupakan fasilitator Nasional sekaligus tim penyusun KMA 347 Tentang Kurikulum Merdeka pada Madrasah. Dalam penjelasannya Mochamad Zaenuri menjelaskan bahwa terdapat perbedaan penerapan IKM pada sekolah dengan madrasah, perbedaanya yaitu jika di madrasah terdapat tambahan Rahmatan Lil Alamain pada profil pelajar Pancasila, hal tersebut sebagai upaya untuk menanamkan sikap moderasi beragama kepada peserta didik, jelas Mochamad Zaenuri.
Selain itu, Mochamad Zaenuri juga menjelaskan bahwa melalui IKM, pendidik diberikan kemerdekaan dalam proses pembelajaran, Lebih lanjut Zaenuri juga menjelaskan bahwa Kurikulum Merdeka bersifat lebih fleksibel sehingga selaras dengan semangat kemandirian madrasah. Ditambahkan oleh Mochamad Zaenuri berharap bahwa, MTs Negeri 3 Malang yang merupakan pilot project IKM, melalui kegiatan workshop saat ini, tahun depan akan muncul fasilitator IKM dari MTs Negeri 3 Malang, karena tentunya pada tahun berikutnya pelaksanaan IKM, akan semakin banyak madrasah yang menerapkan kurikulum merdeka, pungkas Mochamad Zaenuri. (abft)






