Jumat (7/8), halaman MTsN Lawang Kabupaten Malang tampak ramai oleh aktivitas siswa berpakaian olahraga. Ada yang latihan sepak bola, ada pula yang latihan voli di halaman sekolah sekitar 40 x 20 meter itu. Di antara mereka tampak seorang paro baya yang mengamati kegiatan puluhan siswa ini. Pria ini mengenakan baju batik dan celana hitam sambil membawa beberapa kertas. Dia adalah Sutirjo, kepala MTsN Lawang yang inovatif dan penulis 17 buku IPA dan PTK yang sebarkan virus menulis kepada guru di sekolah secara gratis serta pencetus radio inspirasi di sekolah. ”Ini sedang lihat anak-anak olahraga sambil mau lihat pembangunan kamar kecil wisata,” kata Sutirjo kepada Jawa Pos Radar Malang, Jumat (7/8). Pria kelahiran 17 Juni 1968 itu menceritakan, sejak di bangku kuliah, dirinya sudah hobi menulis terutama buku yang berbau IPA. Hal ini karena disiplin ilmunya memang di bidang IPA, yaitu Biologi. ”Karena siswa butuh buku dengan bahasa mereka, bukan bahasanya yang berat atau bahasa akademik,” ujar pria asal Lumajang itu. Bahkan, hingga saat ini, dia sudah menerbitkan 17 judul buku. Dari jumlah ini, ada beberapa buku khusus untuk panduan guru dalam membuat PTK. ”Ini untuk membantu guru bikin karya tulis PTK, karena guru dituntut bisa bikin ini. Karena saya juga sering dengar guru mengeluh kesulitan menulis,” terangnya. Dia menghentikan ceritanya sejenak dan beranjak ke salah satu ruang. Di rak ruangan 3 x 4 meter ini tampak buku yang didesain seperti diary pribadi. ”Ini hasil karya guru-guru di sini. Ini dari latihan beberapa minggu di sini (yang dilatih Sutirjo secara gratis, red). Karena nulis itu penting, terutama bagi guru,” tandas alumnus IKIP Malang itu. Tak hanya pelatihan menulis gratis kepada guru saja yang digalakkan Sutirjo dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran dan nilai-nilai positif di sekolah. Salah satu program yang paling populer di sekolah adalah radio inspirasi, dimana siswa atau guru memberikan kalimat atau cerita inspirasi di speaker sekolah selama lima menit sebelum pembelajaran dimulai. ”Temanya bebas, semua warga sekolah boleh mengisi radio inspirasi ini, seperti bagaimana kiat-kiat mencari sahabat. Seperti orang siaran di radio itu konsepnya. Yang baca bisa guru, siswa, atau saya sendiri,” tambahnya. IMAM NASRODIN/RADARMALANG INOVATIF: DR Sutirjo MPd menunjukkan tiga buku karyanya, di sekolah pun kerap dibagikan pada siswa yang datang lebih awal IMAM NASRODIN/RADARMALANG INOVATIF: DR Sutirjo MPd menunjukkan tiga buku karyanya, di sekolah pun kerap dibagikan pada siswa yang datang lebih awal Selain itu, tiap satu bulan sekali dia juga menerapkan program kuliah inspirasi khusus untuk siswa. Dimana semua keluarga MTsN Lawang akan mendapatkan kuliah dari siswa yang secara suka rela mengisi acara kuliah inspirasi, dan siswa serta wali kelasnya mendapatkan hadiah buku baru dari Sutirjo. ”Intinya, saya hanya ingin anak-anak berani berbicara di depan umum. Tentunya bicara yang bermanfaat bagi orang banyak,” jelas pria yang tinggal di Malang sejak 1993 itu. Lalu, Sutirjo menghentikan ceritanya sejenak lagi dan beranjak ke mobil pribadinya. Di dalam mobil tersebut ada lima buku baru, buku ini didominasi kisah-kisah sukses orang Indonesia seperti Sandiaga Uno. ”Buku itu untuk anak-anak yang tiba di sekolah paling awal. Saya bebaskan pilih salah satu dari buku itu, tapi tiap minggu dua kali. Intinya saya ingin anak-anak punya kedisiplinan tinggi,” ujarnya. Semua program inovatif ini diterapkan sejak Sutirjo ditugaskan sebagai kepala MTsN Lawang pada 9 September 2014 lalu. Hasilnya, tahun ini MTsN Lawang mampu mempersembahkan medali perak pada Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Nasional di bidang Fisika, yaitu atas nama M. Halim Sa’id. ”Ini baru pertama kali Kabupaten Malang mampu mempersembahkan medali perak untuk Jatim di KSM. Ini berkat kerja keras semua warga MTsN Lawang, terutama guru dan siswa,” ujar pria dua putra itu. Untuk menunjang prestasi di olimpiade, mulai tahun ini sekolahnya ada kelas olimpiade. Bahkan, pada 13 Mei 2015 lalu, sekolahnya juga mengikat kerja sama dengan sekolah menengah agama Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Malaysia. ”Intinya, kerja sama ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. Karena anak-anak desa (MTsN Lawang) sebenarnya punya potensi besar kalau dibina dengan tepat dan benar. Dan salah satu anak kami sudah membuktikan (M. Halim Sa’id, red),” imbuhnya. Sambil membawa beberapa kertas HVS, Sutirjo mengajak wartawan koran ini ke sebuah tempat berukuran 19,95 x 3,90 meter yang sedang proses pembangunan. Ya, di area ini akan dibangun kamar kecil inspirasi untuk siswa. Dimana konsepnya nanti kamar kecil terintegrasi dengan pembelajaran berbasis alam. Salah satu konsepnya adalah di area tempat antrean siswa terdapat beberapa tanaman dalam pot, di setiap tanaman ini diberi teh, sisa kopi, puntung rokok, dan pupuk. ”Siswa nantinya akan mengamati bagaimana




