Lawang (MTsN 3 Malang) – Dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang ke-116 pada 20 Mei 2024, MTsN 3 Malang melangsungkan upacara Harkitnas. Dengan menggunakan tema “Kebangkitan Kedua menuju Indonesia Emas” upacara Harkitnas, diikuti oleh seluruh pendidik, tenaga kependidikan, serta peserta didik, dan dipimpin oleh kepala MTsN 3 Malang sebagai pembina upacara.
Mengawali sambutannya, Hj. Warsi menjelaskan latar belakang dari Harkitnas, yaitu dengan menceritakan sebuah organisasi modern pertama di Indonesia yaitu Boedi Oetomo, yang memiliki cita-cita mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Boedi Oetomo menjadi awal mula tempat orang belajar dan berdebat tentang banyak hal, serta penyebaran pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang priayi atau bukan. Banyak orang menaruh harapan pada organisasi ini dan menganggapnya sebagai motor penggerak gerakan kemerdekaan di tanah Hindia Belanda. Hari berdirinya Boedi Otomo inilah yang kelak menjadi simbol dari Hari Kebangkitan Nasional yang kita rayakan hari ini, jelas kepala MTsN 3 Malang.
Hj. Warsi melanjutkan bahwa saat ini kita berada pada fase kebangkitan kedua, melanjutkan semangat kebangkitan pertama yang telah dipancangkan para pendiri bangsa. Berbeda dengan perjuangan yang telah dirintis lebih dari seabad yang lalu, kini kita menghadapi beragam tantangan dan peluang baru. Salah satu peluang baru yang akan kita miliki yaitu Bonus demografi yang menunjukkan bagaimana 60% penduduk Indonesia dalam dua dekade ini menjadi tenaga usia produktif yang siap mengembangkan inovasi-inovasi baru, bagi kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi, jelas kepala MTsN 3 Malang.

Oleh karena itu kepala MTsN 3 Malang, menekankan kepada seluruh peserta upacara Harkitnas, untuk memaksimalkan momentum Bonus Demografi yang akan di dapatkan oleh Bangsa Indonesia pada 100 tahun Indonesia merdeka yaitu pada 2045. Melalui keberadaan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi muda menyambut datangnya era bonus demografi. Hadirnya SSK merupakan wujud nyata kepedulian lembaga pendidikan pada pembangunan, khususnya pembangunan yang berpusat pada kependudukan, tambah kepala MTsN 3 Malang.
Hj. Warsi menambahkan peran strategis pendidik dalam menanamkan kesadaran peserta didik akan problematika kependudukan sangat penting, melalui kegiatan belajar mengajar, dengan menggunakan pendekatan saintifik, pendidik dapat mengintegrasikan ke dalam mata pelajaran isu-isu kependudukan dan keluarga berencana, untuk menyiapkan generasi berkualitas agar tenaga kerja yang melimpah pada saat ini mampu membawa berkah untuk kemajuan bangsa, bukan malah menjadi bencana demografi dan beban untuk yang lainnya, ujar kepala MTsN 3 Malang. (abft)






