Lawang, MTsN 3 Malang. Dalam rangka meningkatkan pengetahuan guru dalam menyusun Modul Ajar dan tindak lanjut Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) pada hari Selasa, 14 Mei 2024 bertempat di Aula Ma’had Putri kegiatan ini diikuti oleh guru dari Sekolah dan Madrasah Se-Kab Malang yang diselenggarakan oleh BKKBN JATIM dan DPPKB Kab-Malang.

Kepala Madrasah MTsN 3 Malang Dra. Warsi, M.Pd sangat bangga dan berterima kasih telah menjadi tuan rumah dalam kegiatan sosialisasi penyusunan RPP/Modul Ajar sekolah siaga kependudukan. Harapan dari Warsi semoga setelah kegiatan ini dapat langsung menindak lanjuti sebagai sekolah siaga kependudukan sehingga nanti anak-anak baik di sekolah maupun Madrasah menjadi generasi berencana yang sangat keren, sehat jasmani maupun rohani.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kabid SMP Diknas Kab. Malang Nurul Sri Utami, S.Pd, M.M. Dalam sambutannya, Nurul Sri Utami mengucapkan terima kasih atas kehadiran kepada seluruh peserta sosialisasi, serta terima kasih atas kesunguhanpara pengelola SSK satuan pendidikan, sehingga prestasi SSK kab. Malang sudah akan melambung sampai tingkat Nasional. Yang mana sekolah siaga kependudukan ini adalah sekolah yang mengintegrasikan sekolah kependudukan dan KB dalam mata pelajaran. Kabid SMP mengharapkan sekolah yang ada disini baik MTs maupun SMP mendapatkan sertifikat Nasional Paripurna dari BKKBN.

Toma Afriandi, SH.,M.Si selaku penata Kependudukan dan KB Ahli Muda selaku perwakilan dari BKKBN Prov. Jawa Timur memberikan materi tentang Implementasi Pendidikan Kependudukan Jalur Formasi. Dalam penjelesannya berbagai macam dinamika kependudukan yang ada di Indonesia dan JawaTimur, isu dan permasalahan yang harus dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat. Selain itu,Toma Afriandi juga menjelaskan apa itu prinsip-prisip dasar SSK. (1) Tidak menambah jam pelajaran (2) Berdampingan dengan program BKKBN sebelumnya (3) Konsisten (4) Peran aktif murid (5) Bersifat Gradual.

Ali Imron, S.Sos., M.A. selaku pemateri selanjutnya, menjelaskan bahwa SSK sebenarnya merupakan bagian dari hidden kurikulum pada satuan pendidikan, oleh karena pendidik sangat berperan dalam memberikan isu kependudukan kepada peserta didik pada materi yang disampaikan didalam kelas, yang dapat memupuk kesadaran akan kondisi kependudukan, menumbuhkan sikap tanggung jawab dan perilaku adaptif berkaitan dengan dinamika kependudukan, Besar harapan pemerintah dengan adanya program SSK di sekolah ini selain memupuk kesadaran akan kondisi kependudukan di wilayah tempat tinggal peserta didik juga menumbuhkan sikap tanggung jawab dan berperilaku adaptif dengan dinamika kependudukan, meningkatkan kualitas peserta didik khususnya pada bidang kependudukan dan siap menghadapi tantangan yang cukup berat di masa yang akan datang. Dalam kegiatan terakhir Ali Imron mengajak peserta untuk praktek membuat RPP/Modul Ajar yang terintegrasi dengan kependudukan.






