Lawang (MTsN 3 Malang) – Diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemkab. Malang, Selasa (14/05), 15 guru koordinator mata pelajaran MTsN 3 Malang mengikuti kegiatan Sosialisasi dan Penyusunan RPP Sekolah Siaga Kependudukan. Bertempat di aula Ma’had putri, kegiatan diikuti oleh perwakilan seluruh Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Malang, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, penyelengara Sekolah Siaga Kependudukan.
Bertujuan sebagai upaya peningkatan pemahaman pembangunan berwawasan kependudukan kegiatan tersebut dihadiri oleh Kabid Sekmen Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Nurul Sri Utami, dan sebagai narasumber yaitu Toma Afriandi selaku Bidang Pengendalian Penduduk Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, serta Ali Imron yang merupakan akademisi/dosen dari Universitas Negeri Surabaya.
Mengawali sambutan pertama, kepala MTsN 3 Malang mengucapkan selamat datang kepada para narasumber juga seluruh peserta sosialiasi, dan berharap kegiatan sosialisasi dapat berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan serta mohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyambutan. Selain itu Hj. Warsi juga juga berharap untuk bersama-sama kolaborasi dalam rangka mewujudkan Sekolah Siaga Kependudukan di kabupaten Malang, sehingga dapat memberikan pemahaman mengenai pembangunan kependudukan yg berkelanjutan untuk mewujudkan penduduk yg berkualitas, ungkap Kepala MTsN 3 Malang.

Sambutan selanjutnya yaitu oleh Kabid Sekmen Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, sekaligus membuka secara resmi kegiatan sosialisasi. Dalam sambutannya, Nurul Sri Utami mengucapkan terima kasih atas kehadiran kepada seluruh peserta sosialisasi, serta terima kasih atas kesunguhan para pengelola SSK satuan pendidikan, sehingga prestasi SSK kab. Malang sudah mencapai tingkat Nasional. Selain itu Kabid Sekmen Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, menjelaskan bahwa penerapan SSK pada satuan pendidikan bukan untuk menciptakan mata pelajaran baru dalam muatan lokal, namun sifatnya yaitu mengintegerasikan antara mata pelajaran dengan pendekatan isu kependudukan, sehingga Peserta didik memiliki sikap, pengetahuan, dan keterampilan tentang peduli kependudukan, jelas Nurul Sri Utami.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Toma Afriandi selaku Perwakilan BKKBN Prov. Jawa Timur, Bidang Pengendalian Penduduk. Mengawali materinya, Toma Afriandi menjelaskan berbagai macam dinamika kependudukan yang ada di Indonesia dan Jawa Timur, dengan menjelaskan terkait jumlah penduduk, jumlah penduduk menurut jenis kelamin, kepadatan penduduk, kualitas penduduk, serta isu dan fenomena kependudukan. Selain itu, Toma Afriandi juga menjelaskan bahwa definisi SSK yaitu sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga ke dalam beberapa mata pelajaran (mapel), SSK juga dapat diselenggarakan melalui kegiatan kesiswaan dan Pojok Kependudukan.
Sementara itu Ali Imron selaku pemateri selanjutnya, menjelaskan bahwa SSK merupakan bagian dari hidden kurikulum pada satuan pendidikan, oleh karena pendidik sangat berperan dalam memberikan isu kependudukan kepada peserta didik pada materi yang disampaikan dalam kelas, yang dapat memupuk kesadaran akan kondisi kependudukan, menumbuhkan sikap tanggung jawab dan perilaku adaptif berkaitan dengan dinamika kependudukan, sehingga mereka dapat mengembangkan sikap yang tepat dalam mengambil keputussan untuk mengatasi masalan-masalah kependudukan kelak ketika menjadi dewasa, jelas Ali Imron.
Selain itu, Ali Imron juga mengajak para peserta untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) serta modul ajar dengan mengintegrasikan mata pelajaran terkait dengan pokok bahasan yang berhubungan dengan kependudukan dalam kurikulum, dengan harapan peserta sosialiasi akan memiliki produk perangkat pembelajaran setalah mengikuti sosialisasi pada pagi ini. (abft)






