Berjuang berdarah-berdarah adalah kata yang tepat bagi 2 Tim Riset MTsN 3 Malang dalam ajang NYIA Nasional Young Inventors Award yang diselenggarakan oleh lembaga riset tertinggi nasional yakni Badan Riset dan Inovasi Nasional yang disingkat BRIN tahun 2022.
Berjuang sejak 14 September 2022 Tim Nuha Afza 9J dan Aura Cantika Putri Setiyawan kelas 9I serta Haibat Syiauzzamzam 9G dan Rasya 9F gigih menyiapkan diri bersaing diantara ribuan judul. Setelah melalui penilaian selama 3 minggu tepat 7 Oktober 2022 2 tim Saleha dan ALKINDI dinyatakan lolos menuju babak final dan harus mengikuti pameran di pusat BRIN di Cibinong 27-30 Oktober 2022.

Pameran 4 hari bukanlah hal yang mudah. Selama pameran, para peserta melakukan presentasi dengan menjelaskan detail karya kepada Dewan Juri dari berbagai disiplin ilmu yang berkeliling setiap hari dengan bergantian. “Saya sangat bersyukur MTsN 3 Malang sebagai madrasah riset terus menguatkan diri dengan prestasi. Berkarya tiada henti dan membuktikan bahwa meneliti menjadi hobi. Keberhasilan ini adalah keberhasilan bersama. Keberhasilan siswa, pembimbing, dan orangtua yang sangat partisipatif dalam mendukung kegiatan madrasah,” ucap Warsi penuh syukur mendengar keberhasilan Tim MTsN 3 Malang.
Seratus empat booth terisi oleh peserta final dari berbagai lembaga, mulai tingkat perguruan tinggi, SMA/MA dan SMP/MTs. Tim MTsN 3 Malang begitu luwes melayani pertanyaan dewan juri maupun pengunjung. Aplikasi Saleha yang terus dikembangkan, disempurnakan mendapatkan penghargaan spesial dari NYIA sebagai Young Inventors sejajar dengan 15 lembaga lain dari penjuru nusantara.
“Banyak respon positif akan kebermanfaatan App Saleha dalam membantu wanita muslimah dalam memahami kaidah menstruasi dan istikhadzah yang belum difahami oleh wanita,” ucap Nuha dan Aura setelah 4 hari merespon pertanyaan pengunjung pameran. Hal ini berkat ketelatenan Zulaicha pembimbing karya yang setahun iniu mendampingi penulisan dan pemahaman materi serta memotivasi penyempurnaan App
“Pameran BRIN mempertemukan saya dengan jawara riset di tingkat atas, menekuni dunia pengetahuan yang tak berbatas. dan menginspirasi kami untuk terus mengembangkan diri dalam karya yang berkualitas,” ujar Haibat dan Rasya tim Alkindi yang sebenarnya telah menjadi juara masuk 50 besar diantara ribuan karya yang lolos pameran.

Ringannya seorang Ahmad Wahani Adid dalam mendampingi 4 siswanya menuai ilmu dan pengalaman di kancah Nasional patut mendapat acungan jempol. Betapa Adid menikmati perannya sebagai “single parent” bagi ke 4 siswanya selama seminggu menempuh perjalanan keilmuan. “Tanggung jawab ini menjadi sangat ringan karena tingginya dukungan semua pihak. Dan yang terpenting semangat siswa dalam menimba ilmu kali ini menjadi amunisi kekuatan saya sebagai kordinator Riset MTsN 3 Malang. Terimakasih semuanya.”
Maju terus riset Matsaneti. Berkarya tiada henti menebar manfaat sampai nanti






