Lawang (MTsN 3 Malang). Uforia atas capaian prestasi para atlit pada Asian Games yang telah melampaui target yaitu posisi 5 besar dan 24 medali emas telah memberi energy positif bagi siswa-siswi MTsN 3 Malang, khususnya pasukan baris-berbaris (PBB) yang pada Selasa (29/8) mengikuti kejuaraan PBB dalam peringatan Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 73. Kejuaraan yang diadakan oleh Kec. Lawang tersebut diikuti oleh ratusan perwakilan dari tingkat satuan pendidikan yang terdapat pada wilayah kec. Lawang, namun untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP) total peserta berjumlah 33 pleton.

Pembina PBB MTsN 3 Malang menjelaskan bahwa dalam kejuaraan ini kami mengirimkan 2 pleton PBB dan satu tim Paskibra dengan rincian satu pleton putra dan satu pleton putri, namun untuk tim paskibra hanya sebagai pembuka untuk tingkat SMP dan tidak di nilai oleh dewan juri. Selanjutnya Umi menjelaskan bahwa tim PBB pada kejuaraan tersebut yaitu diikuti oleh siswa-siswi yang masih duduk di kelas 7 dan untuk proses recruitment ada beberapa kriteria yang harus di miliki antara lain postur badan, ketangkasan dalam baris berbaris dan yang utama yaitu jiwa patriotisme. Melalui proses yang kami lalui tersebut, Allhamdulillah hasil yang didapatkan sangat membahagiakan yaitu juara 1.
Secara terpisah, Warsi selaku kepala MTsN 3 Malang mengaku sangat bangga dengan prestasi tim PBB yang telah diraih, karena konsep dasar PBB yang mengajarkan kepemimpinan, kedisiplinan dan nasionalisme secara tidak langsung telah tertanam pada diri anggota PBB yang akan diaplikasikan dalam keseharian, terutama sikap disiplin. Selain itu Warsi berharap bahwa prestasi yang telah di raih oleh tim PBB dapat berkembang menjadi lebih baik, terlebih alumni kami pernah sampai tembus pada tim paskibra nasional pada peringatan 17 agustus di istana negara, oleh karena itu semoga melalui tim PBB yang telah menjuarai kejuaraan tersebut dan proses yang ada pada MTsN 3 Malang dapat mengikuti jejak kakak-kakaknya yang sudah menjadi tim paskibra tingkat kabupaten bahkan sampai nasional, ungkap Warsi sekaligus menutup pembicaraan. (MM/Abft)






