Surabaya, 15 Januari 2026 — MTsN 3 Malang kembali menunjukkan eksistensinya sebagai madrasah unggulan dalam bidang literasi. Dalam ajang “Giat UKBI ADAPTIF Merdeka” yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, MTsN 3 Malang berhasil meraih prestasi membanggakan sebagai juara tingkat nasional, mengungguli berbagai sekolah dari seluruh Indonesia.
Sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan tersebut, MTsN 3 Malang mendapat undangan eksklusif untuk mengikuti sesi potcash bersama empat sekolah pemenang lainnya se-Jawa Timur, di antaranya SMAN 2 Kota Malang dan SMKN 1 Turen. Kegiatan ini menjadi ajang berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pelaksanaan UKBI ADAPTIF di masing-masing sekolah.

MTsN 3 Malang melaksanakan UKBI secara daring dengan memanfaatkan fasilitas laboratorium komputer yang memadai. Tes dilakukan menggunakan perangkat elektronik seperti komputer dan laptop, memastikan kelancaran dan efisiensi pelaksanaan.
Lebih dari sekadar ujian, UKBI dijadikan sebagai alat ukur untuk memetakan kemampuan literasi siswa. Hasil tes digunakan sebagai bahan evaluasi terhadap efektivitas pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas, menjadikan UKBI sebagai bagian integral dari kurikulum madrasah.
Keunggulan UKBI terletak pada sistem adaptifnya, di mana soal yang diberikan akan menyesuaikan dengan kemampuan siswa berdasarkan jawaban sebelumnya. Hal ini memberikan pengalaman yang menantang sekaligus menyenangkan bagi peserta.
Keberhasilan MTsN 3 Malang tak lepas dari konsistensi jumlah peserta yang tinggi serta koordinasi yang solid antar guru dan tenaga kependidikan dalam menyukseskan pelaksanaan tes massal.

Para guru, khususnya guru Bahasa Indonesia, menyambut baik kegiatan ini. Mereka merasa terbantu dengan adanya standar nasional yang objektif untuk menilai kemahiran berbahasa siswa. Selain itu, UKBI mendorong guru untuk lebih kreatif dalam mengajarkan teknik membaca cepat, menyimak, dan memahami kaidah bahasa.
Sementara itu, para siswa menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka mengaku mendapatkan pengalaman baru yang menantang dan menyenangkan. Sistem adaptif membuat mereka merasa dihargai sesuai kemampuan masing-masing. Peringkat resmi yang diperoleh juga meningkatkan kepercayaan diri dan menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa Indonesia.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa madrasah mampu bersaing di tingkat nasional dalam bidang literasi. MTsN 3 Malang berharap pengalaman ini dapat menjadi inspirasi bagi madrasah dan sekolah lain untuk terus mengembangkan budaya literasi yang kuat dan berkelanjutan.






