Lawang (MTsN 3 Malang). Setelah melaksanakan simposium dengan stakeholder madrasah dan sosialisasi kepada seluruh warga madrasah, MTs Negeri 3 Malang mendapatkan tambahan dukungan dari Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) sebagai penyelenggara Satuan Pendidikan Ramah Anak. Dukungan tersebut terwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Pencegahan Perundungan dan Disiplin Positif dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil Alamin.
Dilaksanakan di aula gedung ma’had putri, Rabu (21/09) kegiatan dihadiri langsung oleh Camat Lawang, Kapolsek Lawang dan Danramil Lawang. Kepala MTsN 3 Malang, yang sekaligus membuka kegiatan mengawali dengan mengucapkan terimakasih kepada para Muspika atas kerjasama yang baik selama ini, terlebih kepada dukungan kepada Satuan Pendidikan Ramah Anak melalui penandatanganan MoU pencegahan Perundungan dan Disiplin Positif dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil Alamin, tegas Hj. Warsi.
Ditambahkan oleh Hj. Warsi bahwa agar terwujud satuan pendidikan ramah anak yang aman, nyaman dan menyenangkan, perlu diupayakan pencegahan serta penanggulangan tindak perundungan yang terjadi. Oleh karena itu kerjasama antar instansi dalam upaya pencegahan bullying, melalui pemberian sosialisasi kepada peserta didik dari pihak yang menangani bidang tersebut sangat tepat, kami berharap kerjasama yang baik tersebut tidak berhenti disini, kedepannya akan ada tindak lanjut dari pertemuan pagi hari ini, pungkas kepala MTs Negeri 3 Malang.
Acara selanjutnya yaitu penyampaian materi oleh Camat Lawang, dalam sambutannya Agus Harianto mengungkapkan rasa bangga nya kepada MTs Negeri 3 Malang, selain itu juga meyakini bahwa tidak adanya praktik bullying di MTs Negeri 3 Malang. Dijelaskan oleh Camat Lawang bahwa terdapat 3 bentuk tindakan Bullying yaitu fisik, verbal, dan sosial, yang semuanya telah diatur dan mendapat jaminan perlindungan dari pemerintah bagi korban. Selain itu Agus Harianto juga berpesan kepada peserta didik agar menjadi agen perubahan untuk tidak menjadi sumber masalah tapi dapat mencari solusi dari suatu masalah, jelas Camat Lawang.

Pemateri selanjutnya yaitu Danramil 0818-27 Lawang, yang pada sambutannya menekankan pada pentingnya memiliki wawasan kebangsaan pada peserta didik. “Penting membekali generasi penerus dengan wawasan kebangsaan, dengan harapan akan mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air dengan berpegang pada Pancasila sebagai falsafah, idiologi dan dasar negara Indonesia,” ujar Kapten Kav Sugianto. Selain itu Danramil berpesan kepada peserta didik untuk menghindari bullying di madrasah, peserta didik perlu memiliki sikap toleransi, karena NKRI memiliki beraneka ragam agama, suku, adat istiadat dan budaya, pungkas Danramil 0818-27 Lawang.
Senada dengan Camat Lawang dan Danramil 0818-27 Lawang, Kapolsek Lawang menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi pagi ini bertujuan untuk menciptakan madrasah yang aman dan nyaman, sehingga kita bisa bersama-sama dapat mendukung dan mewujudkan satuan pendidikan ramah anak. Selain itu Kompol Yatmo menyampaikan kepada seluruh peserta didik untuk menghindari bullying dalam bentuk apapun. “Bullying/ perundungan merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain, dengan tujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus”. Oleh karena itu kami berharap, jangan menjadikan teman untuk di bullying yang nantinya akan berakhir dengan kekerasan sehingga berujung keranah hukum, Ini butuh peran orang tua dan guru, terutama guru di lingkungan madrasah, pungkas Kapolsek Lawang. (abft)






