Belajar sepanjang hayat, inilah kalimat yang akan terus disematkan dalam sanubari generasi penerus bangsa. Berawal dari belajar sendiri kemudian dibimbing orang tua, selanjutnya beralih dibimbing oleh bapak ibu guru sehingga Siswa dan siswi kelas 9 mampu belajar dengan berkelompok. Dengan belajar kelompok Siswa dan siswi kelas 9 belajar untuk lebih Luwes dalam bersosialisasi. Dari kerja bersama inilah Siswa dan siswi kelas 9 berlatih mengumpulkan semangat untuk menggapai asa yang tidak mungkin, dan dari kerja sama yang solid Siswa dan siswi kelas 9 mengumpulkan cerita yang dikenang.
Siswa dan siswi kelas 9 telah mendapatkan teori dalam merancang dan berorganisasi dalam berpameran. Mulai dari kepanitiaan, publikasi sampai pada koordinasi antar panitia telah mereka lakukan pada kegiatan Ujian praktek pelajaran Seni Budaya dan Prakarya pada hari Jum’at tanggal 16 Maret 2018. Pada ujian praktek itu mereka membuat karya lukis dan produk pangan berbahan daging/ikan yang dikemas dalam pameran kelas yang resmi dibuka pada jam 09.00. Pada akhirnya setiap kelas berlomba untuk menyajikan sebuah kegiatan pameran dengan berbagai stan yang di hiasi berbagai dekorasi dan karya lukis.

Di pameran tersebut masing- masing kelas menyajikan menu makanan yang berbeda- beda. Hal ini dilakukan guna mendapatkan apresiasi yang banyak dari pengunjung. Mereka juga membuat berbagai atraksi mulai dari membuat spot foto ( seperti yang dilakuakan oleh kelas 9A,D,E,G,K,) pemberian stiker (oleh kelas 9K), pemberian permen (oleh kelas 9G), minuman (oleh kelas 9I), beberapa produk pangan (oleh kelas 9H), sajian rumah hantu lengkap dengan penghuninya (oleh kelas 9B dan 9H). Bapak dan ibu guru yang berkunjung terlihat sangat terharu dan sepertinya moment itu membekas di relung sanubari mereka, khususnya tatkala sajian dan karya yang ditampilkan sangat kreatif. Hal ini tampak dari raut wajah mereka yang mengesankan ketakjuban dan keterharuan. “Wah ini baru karya keren, bisa untuk melengkapi point akreditasi”, ungkap salah satu guru yang mendokumentasikan kegiatan tersebut. Lain dengan siswa siswi kelas 7 dan 8 yang berkunjung, mereka sangat menikmati sajian produk gratis dengan antrian panjang yang menyenangkan.
Sementara itu, di ruang kelas yang lain Nur’aini selaku guru Seni Budaya dan Prakarya, sedang asyik menilai produk yang dihasilkan masing masing kelas. Di ruang yang berbeda Warsi selaku Kamad Matsaneti sangat mensupport segala kegiatan yang telah terprogram dengan memberikan peluang terbaik dan apresiasi pameran kelas serta memberi arahan demi kelancaran pelaksanaan pameran hari itu.
Benar- benar satu hari yang penuh kebahagiaan, penuh warna, dan kreasi. Sebagai siswa siswi kelas 9 MTsN 3 Malang, mereka telah memberikan sajian yang tidak terlupakan, sampai diperjalanan pulangpun (dalam angkot) mereka masih ramai membicarakan kegiatan yang telah dilakukan pagi tadi. Pembelajaran tanpa batas akhir, mungkin ini ungkapan yang tepat bagi kegiatan pameran tersebut. (AN/NA/ZEN)






