Kediri, 18 Oktober 2025 — Bertempat di aula MTsN 1 Kota Kediri, kegiatan pengemasan Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang dibawakan oleh MTsN 3 Malang sukses digelar pada Sabtu, 18 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam berbagi praktik baik, mengingat MTsN 3 Malang baru saja meraih Juara 1 Paripurna Sekolah Siaga Kependudukan tingkat Provinsi Jawa Timur.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala MTsN 1 Kota Kediri, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim dari MTsN 3 Malang dan pentingnya program SSK dalam membentuk generasi muda yang sadar kependudukan. “Kami merasa terhormat menjadi tuan rumah kegiatan ini. Semoga menjadi inspirasi dan motivasi bagi kami untuk mengembangkan program serupa,” ujarnya.
Selanjutnya, perwakilan dari Kementerian Agama Kota Kediri turut memberikan sambutan. Dalam pesannya, ia menekankan pentingnya sinergi antar madrasah dalam mendukung program-program strategis nasional, termasuk pendidikan kependudukan yang menjadi bagian dari pembangunan karakter siswa.
Sesi materi pertama disampaikan oleh Ibu Laili dari BKKBN, yang memaparkan secara komprehensif mengenai urgensi dan strategi pelaksanaan program kependudukan di lingkungan pendidikan. Beliau menyoroti peran penting madrasah dalam membentuk kesadaran remaja terhadap isu-isu kependudukan, kesehatan reproduksi, dan perencanaan masa depan.

Materi utama disampaikan oleh Warsi, M.Pd., perwakilan dari MTsN 3 Malang, yang menjelaskan secara rinci implementasi Program Sekolah Siaga Kependudukan di madrasahnya. Ia memaparkan berbagai inovasi, strategi pembelajaran, serta kolaborasi lintas sektor yang telah dilakukan hingga berhasil meraih penghargaan tertinggi di tingkat provinsi.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta, yang terdiri dari guru dan siswa MTsN 1 Kota Kediri, tampak antusias menggali lebih dalam tentang praktik baik yang telah dilakukan MTsN 3 Malang.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi MTsN 1 Kota Kediri untuk mengembangkan program serupa dan memperkuat komitmen dalam mencetak generasi muda yang sadar dan peduli terhadap isu-isu kependudukan.






