Malang (MTsN 3 Malang) – Momentum peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-80, Sabtu (03/01), menjadi momen istimewa bagi MTsN 3 Malang. Pada kesempatan tersebut, Kepala MTsN 3 Malang, Hj. Warsi menerima penghargaan sebagai Pemenang Apresiasi Giat UKBI Adaptif Tahun 2025. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Puji Retno Hardiningtyas, dengan didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang H. Sahid serta Kasi Pendma Kemenag Kabupaten Malang.
Dalam sambutannya, Puji Retno Hardiningtyas menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Hj. Warsi yang dinilai konsisten menghadirkan program-program unggulan di MTsN 3 Malang. Menurutnya, MTsN 3 Malang tidak hanya aktif dalam pelaksanaan UKBI Adaptif, tetapi juga menjadi contoh madrasah yang progresif melalui implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, Sekolah Siaga Kependudukan, madrasah berbasis riset dan kewirausahaan, serta keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan strategis madrasah dan Kementerian Agama. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari kepemimpinan kepala madrasah yang visioner dan berkomitmen terhadap mutu pendidikan dan literasi kebahasaan.

Lebih lanjut, Puji Retno menjelaskan bahwa Apresiasi Giat UKBI Adaptif merupakan bentuk penghargaan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kepada satuan pendidikan yang aktif berpartisipasi dan mendukung pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif. Program ini bertujuan mendorong peningkatan partisipasi sekolah dalam UKBI sekaligus mengapresiasi kontribusi sekolah dalam memasyarakatkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di lingkungan pendidikan.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, H. Sahid, turut menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian MTsN 3 Malang. Menurutnya, prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi madrasah lain di lingkungan Kemenag Kabupaten Malang untuk terus menguatkan budaya literasi. Ia menegaskan bahwa kemampuan literasi dan kemahiran berbahasa Indonesia merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Program UKBI, lanjutnya, tidak hanya penting bagi siswa, tetapi juga bagi guru sebagai alat uji kompetensi berbahasa Indonesia, sehingga kualitas pendidikan dan komunikasi di lingkungan madrasah semakin baik dan berkarakter.

Pada kesempatan yang sama, Hj. Warsi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas apresiasi yang diterima. Ia menegaskan komitmen MTsN 3 Malang untuk menjadikan UKBI sebagai salah satu program unggulan dalam penguatan literasi madrasah. “Kami berharap UKBI membawa dampak positif yang berkelanjutan. Keikutsertaan seluruh siswa menjadi bukti bahwa UKBI bukan sekadar formalitas, melainkan proses pembelajaran yang bermakna untuk meningkatkan kualitas literasi dan komunikasi,” pungkasnya.






