Lawang (MTsN 3 Malang). Audit yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bertujuan untuk memastikan kesehatan jajanan anak di lingkungan sekolah, pelaksanaan audit yang dilakukan oleh lembaga yang berwenang dalam pengawasan obat-obatan dan makanan tersebut sebagai tindak lanjut dari usulan kepada MTsN 3 Malang sebagai salah satu Bintang Keamanan Pangan di kantin sekolah.
Audit dilakukan pada Rabu (17/18), Beberapa jajanan, seperti cilok, bakso, soto, dan kerupuk makaroni, diambil sample-nya untuk diperiksa di laboratorium mobile milik BPOM yang dibawa ke lokasi. Makanan jajanan yang diambil kemudian dites menggunakan rapid test. Tes ini untuk mengetahui apakah jajanan mengandung formalin, boraks, ataupun pengawet makanan.

Purwani selaku Plh. Kepala Balai Besar POM Surabaya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut kegiatan Intervensi Keamanan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) tahun 2018, BPOM di Surabaya melaksanakan kegiatan mobil laboratorium keliling dan pre-audit kantin sekolah sekaligus memberikan pendampingan kepada pengelola kantin sekolah terhadap pemenuhan persyaratan keamanan pangan terhadap kandidat sekolah terpilih oleh Dinas Kesehatan Kabupaten.
Menurut Warsi selaku kepala madrasah mengatakan bahwa dalam proses yang terdapat pada madrasah kami tidak hanya fokus pada pendidikan dalam hal akademik namun juga kami sangat memperhatikan jajanan layak dan sehat yang dikonsumsi oleh anak-anak, hal tersebut merupakan bagian dari amanah undang-undang yang mengatur pemenuhan hak kesehatan terhadap anak. Oleh karena itu kami bisa menjamin bahwa jajanan maupun makanan yang diperjualbelikan dan dikomsumsi oleh anak-anak termasuk dalam kategori sehat, kami bicara berdasarkan data hasil tes laboratorium yang telah di lakukan oleh BPOM dan hasilnya negatif formalin dan boraks, ucap Warsi sambil tersenyum bangga. (Abft)






