Lawang (MTsN 3 Malang). Berlangsung di GOR Kanaya, Jalan Wekudoro No. 5 Malang mulai 26 hingga 30 September 2018 Fairuz mampu membawa pulang dua medali emas pada Kejurkot Bhayangkara Malang Open 2018. Dua medali emas yang diraih oleh Fairuz tersebut didapatkan melalui kategori ganda dan tunggal putra, ia menjelaskan bahwa kejuaraan tersebut diikuti oleh total 500 atlit bulu tangkis dan diikuti oleh perwakilan dari beberapa kota, diantaranya Jakarta, Surabaya, bahkan Banjarmasin, yang terbagi menjadi beberapa kategori, mulai dari anak-anak sampai dewasa.
Selain itu Fairuz menambahkan bahwa hasil yang diraih tersebut tidak terlepas dari kesempatan yang cukup besar diberikan oleh madrasah kepada dirinya, ia mengaku bahwa dukungan yang diberikan madrasah memberikan motivasi tersendiri bagi dirinya dalam mengembangkan potensi dan bakat yang ia miliki, terlebih pada bulan lalu ia telah mengikuti seleksi tingkat nasional pada PB Djarum di Kudus, oleh karena itu sebagai balasan kepada madrasah dia akan berlatih lebih serius untuk membuat nama baik madrasah meskipun hal tersebut tidak sebanding dengan banyaknya ilmu yang ia dapatkan dari bapak dan ibu guru dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, semoga barokah dari bapak dan ibu guru semua bisa mendapatkan yang terbaik buat saya kedepannya, pungkasnya.

Warsi selaku kepala madrasah menjelaskan bahwa Fairuz merupakan siswa berbakat, dan dia sangat mendapatkan perhatian khusus dari madrasah terutama potensinya sebagi atlit badminton, dalam setiap kejuaraan yang ia ikuti dia selalu membawa pulang medali, tren positif tersebut dimulai ketika dia mulai duduk di kelas tujuh dan sekarang berada di kelas sembilan dia tetap konsisten dengan juara yang ia peroleh, bahkan kemampuannya selalu meningkat dalam tiap pertandingannya.
Hal tersebutlah yang membuat madrasah memberikan perhatiaan lebih kepada para siswa yang berbakat dan memiliki potensi untuk tetap memberikan hak belajar kepada siswa namun tidak membatasi potensi yang ia miliki, kamad menambahkan bahwa untuk tetap memberikan hak belajar kepada para siswa yang mengikuti perlombaan yaitu dengan memberikan program semester pendek, hal tersebut bertujuan supaya siswa tidak terlalu banyak dalam tertinggal suatu materi ketika berjuang untuk mengharumkan nama baik madrasah, ungkap Warsi. (Abft)






