Lawang (MTsN 3 Malang) – MTsN 3 Malang membuat terobosan besar dalam upaya penguatan Madrasah Ramah Anak (MRA), melalui aplikasi “my Dispo”, peserta didik diharapkan memiliki kedisiplinan dari dalam diri anak tanpa hukuman dan hadiah. Bersamaan dengan kegiatan Deklarasi Zona Integritas di MTsN 3 Malang, Kamis (27/07), peluncuran aplikasi “my Dispo” dilakukan oleh Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, dengan didampingi oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kemenag Wilayah Jawa Timur, H. Santoso dan Kepala Kemenag Kab. Malang, H. Sahid.
Dalam sambutannya Prof. Moh Ishom menjelaskan bahwa, aplikasi disiplin positif berbasis android ini merupakan sebuah piranti agar madrasah ini benar-benar Madrasah yang ramah terhadap anak, sehingga prilaku-prilaku baik yang telah dilakukan peserta didik dapat dicatat secara mandiri melalui perangkat smartphone mereka, selanjutnya akumulasi dari kebaikan-kebaikan itu menjadi kepribadian atau karakter yang bagus, dan akhirnya akhlak dapat terpantau dan ter-manage dengan baik, karena terkadang akhlak maupun kebiasaan yang baik, tidak ter-manage, nah ini kepala MTsN 3 Malang melakukan inovasi menciptakan aplikasi untuk kontrol kebiasaan baik peserta didik yang terceklist day to day, sangat dahsyat aplikasi ini, jadi ketika anak terkontrol dengan mengisi itu dan ini menjadi catatan untuk pendidikan karakternya, Insyaallah kedepan akan menjadi anak bangsa yang punya kepribadian yang bagus, jelas Direktur KSKK Kemenag RI.

Selain itu, Direktur KSKK Kemenag RI menambahkan bahwa pagi ini MTsN 3 Malang juga telah mendeklarasikan sebagai Zona Integritas yang memiliki target Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), oleh karena itu MTsN 3 Malang harus melakukan inovasi-inovasi program yang terbebas dari korupsi, nanti akan ada tim dari Kemenpan RB yang monitoring, saya menginginkan MTsN 3 Malang menjadi pelopor untuk mejadi WBK pada tingkat madrasah dan menjadi rujukan bagi madrasah lainnya, jelas Prof. Moh Ishom.
Selanjutnya Prof. Moh Ishom berharap bahwa seluruh kegiatan yang telah diluncurkan dan dideklarasikan pada pagi ini dapat diimplementasikan dan dikontrol dengan baik, karena kita tidak hanya meraih pengakuan dari kementerian, namun ini namanya mendidik anak bangsa, tentu harus memberikan legacy yang terbaik untuk anak-anak bangsa yang dikemudian hari menjadi pemimpin-pemimpin bangsa yang ada di negara kita, pungkas Direktur KSKK Kemenag RI.
Selain deklarasi Zona Integritas dan launching aplikasi “my-Dispo”, Direktur KSKK Kemenag RI juga berkesempatan untuk mengukuhkan 44 Agen Perubahan Roots anti bullying, yang merupakan kerjasama dengan Unicef terkait pencegahan kekerasan antar
teman sebaya yang berfokus pada upaya membangun iklim yang aman di madrasah dengan mengaktivasi peran siswa sebagai Agen berpengaruh atau Agen Perubahan, pada akhirnya dapat membentuk perilaku positif pada teman sebaya mereka serta mengubah norma sosial dengan menghindari bentuk-bentuk kekerasan di madrasah. (abft)






