JAKARTA (MTsN 3 Malang) – MTsN 3 Malang kembali mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional. Tepat pada peringatan Hari Pangan Sedunia, Selasa, 20 Oktober 2026, MTsN 3 Malang berhasil meraih penghargaan Juara 2 Lomba Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan Kategori Sekolah Menengah Pertama/MTs Regional Barat. Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) Prof. dr. Taruna Ikrar, M. Biomed., Ph.D. dalam Pertemuan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (Germas SAPA) yang bertempat di Aula Gedung Bhineka Tunggal Ika, BPOM, Jakarta Pusat.

Kegiatan puncak peringatan Hari Pangan Sedunia tahun ini mengusung tema “Innovate today, Nourish tomorrow” dan bertujuan untuk meningkatkan keterpaduan pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat di daerah. Keberhasilan MTsN 3 Malang sebagai pemenang wakil dari Provinsi Jawa Timur di bawah binaan Balai Besar POM di Surabaya menjadi bukti nyata dari konsistensi madrasah dalam mewujudkan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan kondusif bagi seluruh murid.
Ketercapaian prestasi tingkat nasional ini merupakan hasil dari berbagai langkah strategis dan inovasi berkelanjutan yang telah diterapkan di lingkungan madrasah. Salah satu program unggulannya adalah pengelolaan Kantin Sehat, Halal, & Digital berbasis transaksi Tap Cash, yang tidak hanya menjamin higienitas serta kehalalan makanan, tetapi juga memudahkan edukasi literasi keuangan digital dan gizi seimbang bagi para murid.
Selain itu, MTsN 3 Malang secara aktif membentuk Kader Keamanan Pangan dari kalangan murid dan guru untuk melakukan pengawasan dan pemantauan pangan secara mandiri. Tak berhenti di lingkungan madrasah saja, MTsN 3 Malang juga gencar melancarkan aksi pengimbasan literasi pangan aman ke berbagai sekolah lain di wilayah sekitar.
Kepala MTsN 3 Malang, Hj. Warsi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas pencapaian berharga ini.
“Penghargaan dari BPOM RI ini adalah wujud komitmen dan kerja keras bersama seluruh warga madrasah, mulai dari para guru, murid, pengelola kantin, hingga dukungan luar biasa dari orang tua murid. Kami percaya bahwa kesehatan fisik dan asupan gizi yang aman adalah fondasi utama bagi generasi muda untuk belajar dengan optimal dan meraih prestasi,” ungkap Hj. Warsi.

Beliau juga menegaskan bahwa integrasi antara Kurikulum Berbasis Cinta dengan program unggulan seperti Madrasah Sehat Paripurna dan Pangan Jajan Anak Sekolah telah membentuk karakter peserta didik secara holistik. Para murid tidak hanya diajak peduli terhadap asupan gizi diri sendiri, tetapi juga dilatih menjadi agen perubahan yang menyebarkan kesadaran hidup sehat di tengah masyarakat.
Melalui apresiasi yang diraih pada ajang Germas SAPA 2026 ini, MTsN 3 Malang untuk terus mempertahankan dan memperkuat budaya sadar pangan aman. Ke depan, MTsN 3 Malang berkomitmen untuk terus berinovasi dan memperluas program edukasi literasi pangan, sejalan dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta demi melahirkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, dan siap menyongsong Indonesia Emas.(dms)