Lawang (MTsN 3 Malang) – Jumat 23 Agustus 2024 di pojok kependudukan MTsN 3 Malang kader dan tim SSK MTsN 3 Malang mengikuti sosialisasi Nasional Aplikasi SSM CERIA 2024 yang diadakan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dalam rangka meningkatkan kepatuhan remaja puteri dalam mengonsumsi TTD, Kementerian Kesehatan membuat suatu inovasi yaitu dengan meluncurkan aplikasi Cegah Anemia Remaja Indonesia (CERIA) yang dapat diunduh di Google Play Store dengan link download sigiziterpadu.kemkes.go.id/ceria.apk.
Aplikasi SSM Ceria adalah solusi teknologi terbaru yang dirancang untuk mempermudah berbagai proses administrasi di sekolah, mulai dari manajemen data siswa, pengelolaan jadwal pelajaran, hingga laporan akademik dan keuangan. Dengan fitur-fitur canggih yang dimilikinya, diharapkan aplikasi ini dapat mengurangi beban administratif, meningkatkan transparansi, dan memberikan akses informasi yang lebih mudah kepada semua pihak terkait.

Anemia merupakan masalah gizi yang banyak terdapat di seluruh dunia yang tidak hanya terjadi di negara berkembang tetapi juga di negara maju. Menurut WHO, angka kejadian anemia pada remaja banyak terdapat di negara berkembang, Indonesia termasuk dalam negara berkembang. Kejadian anemia merupakan masalah yang paling banyak ditemukan pada remaja, remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rentan menderita ditemukan pada remaja, remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rentan menderita anemia. Remaja putri memiliki risiko sepuluh kali lebih besar untuk menderita anemia dibandingkan dengan remaja putra. Hal ini dikarenakan remaja putri mengalami menstruasi setiap bulannya dan sedang dalam masa pertumbuhan sehingga membutuhkan asupan zat besi yang lebih banyak. Selain itu, ketidakseimbangan asupan zat gizi juga menjadi penyebab anemia pada remaja.
Prevalensi anemia yang tinggi dikalangan remaja jika tidak ditangani dengan baik akan berlanjut hingga dewasa dan berkontribusi besar terhadap angka kematian ibu, bayi lahir prematur, dan bayi dengan berat lahir rendah. Melihat dampak anemia yang sangat besar dalam menurunkan kualitas sumber daya manusia, maka sebaiknya penanggulangan anemia perlu dilakukan sejak dini sebelum remaja putri menjadi ibu hamil, agar kondisi fisik remaja putri tersebut telah siap menjadi ibu yang sehat dan melahirkan generasi penerus yang juga sehat.






