Lawang (MTsN 3 Malang) – Bertempat di aula ma’had putri, Selasa (20/08), kader Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) MTsN 3 Malang, mendapatkan pengalaman berharga dari kader SSK MAN 1 Malang. Melalui Focus Group Discussion kedua pihak kader SSK, Sharing Knowledge Diskusi Anak Siaga Kependudukan (ASIK).
Delegasi dari MAN 1 Malang dipimpin oleh kepala MAN 1 Malang dengan didampingi oleh wakil kepala bidang humas dan tim SSK MAN 1 Malang. Dalam sambutannya Ahmad Musthofa menjelaskan bahwa selain silaturahmi kemadrasahan kedatangan kami pada pagi ini yaitu dikarenakan sebuah kewajiban bagi kami untuk berbagi kepada saudara kami yang saat ini sedang berikhtiar untuk meraih pretasi pada tingkat nasional, jelas kepala MAN 1 Malang.
Oleh karena itu, Ahmad Musthofa menambahkan bahwa dengan kedatangan kami saat ini dapat menjadi support serta motivasi bagi MTsN 3 Malang maupun tim SSK MTsN 3 Malang menjadi madrasah yang berwawasan kependudukan, yang selanjutnya kami berkeyakinan tidak lama lagi MTsN 3 Malang akan meraih predikat juara SSK pada tingkat nasional, karena setelah kami melihat secara keseluruhan indikator pada SSK telah dimiliki oleh MTsN 3 Malang, ungkap kepala MAN 1 Malang.

Menanggapi hal itu, kepala MTsN 3 Malang mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungannya serta kedatanganya pagi ini, hal tersebut akan menjadi motivasi bagi kami untuk berprestasi dan tentunya bukan hanya prestasi yang kita harapkan, namun kita akan bersama-sama berkolaborasi dalam mempersiapkan generasi bangsa untuk menghadapi Indonesia Emas 2045, salah satunya yaitu dengan memberikan wawasan kependudukan melalui SSK, jelas Hj. Warsi.
Kepala MTsN 3 Malang juga mengungkapkan bahwa MAN 1 Malang merupakan madrasah yang berjasa atas berdirinya SSK di MTsN 3 Malang, karena saat awal berdirinya SSK MTsN 3 Malang, kami belajarnya dari MAN 1 Malang, hingga pada saat ini kami menuju pada tahapan untuk mendaatkan sertifikat paripurna, ungkap Hj. Warsi.
Lebih lanjut, Hj. Warsi menjelaskan bahwa dengan adanya SSK melalui program Generasi Berencana (GenRe) sebagai pendidikan dan pembinaan generasi muda, dapat menjadi salah satu satu kunci sukses sambut Indonesia emas 2045. Program dengan fokus pada masalah kependudukan, kesehatan reproduksi, keluarga berencana, serta isu-isu terkait remaja sangat berperan mewujudkan generasi unggul di masa depan. Terakhir Hj. Warsi mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama mengucapkan salam GenRe, Saatnya yang muda yang berencana. (abft)






