Lawang (MTsN 3 Malang) – Selain digunakan untuk mengenalkan sejak dini beberapa prinsip yang menjadi pegangan tata kehidupan warga madrasah agar tercipta iklim akademik yang kondusif, dengan menghadirkan fasilitator dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Klaten, Kamis (21/07) peserta matsama juga mendapatkan materi penguatan pendidikan karakter melalui program pencegahan perundungan dan tindak kekerasan di madrasah.
Bertempat di halaman madrasah, sebagai narasumber yaitu Erry Pratama Putra yang berasal dari LPA Klaten. Dalam penjelasannya Erry Pratama menyampaikan bahwa bullying atau kekerasan pada peserta didik bisa menimbulkan trauma yang mendalam, hal ini bisa terjadi di madrasah, di rumah bahkan di lingkungan masyarakat dimana kita tinggal. Oleh karena itu materi saat ini untuk memberikan pemahaman tentang bullying dari berbagai aspek, agar bisa jadi acuan seluruh warga madrasah dan meminimalisasi kejadian bullying di madrasah, jelas Erry Pratama Putra.

Dilanjutkan oleh Erry Pratama Putra bahwa perundungan/bullying adalah perilaku tidak menyenangkan baik secara verbal, fisik, ataupun sosial di dunia nyata maupun dunia maya yang membuat seseorang merasa tidak nyaman, sakit hati dan tertekan baik dilakukan oleh perorangan ataupun kelompok. Ditambahkan oleh Erry Pratama Putra bahwa korban bullying suatu saat memiliki kecenderungan untuk membalas dan mengancam kepada teman yang lain, bahkan ketika dewasa, pelaku memiliki potensi lebih besar untuk menjadi pelaku kriminal dan akan bermasalah dalam fungsi sosialnya, pungkasnya.
Melalui materi Madrasah Ramah Anak ini, Erry Pratama Putra berharap kepada seluruh peserta matsama untuk memahami dan menerima perbedaan tiap individu di lingkungan sebaya, saling mendukung satu sama lain sehingga terwujudnya budaya relasi atau pertemanan yang positif, juga ikut serta membuat dan menegakkan aturan sekolah terkait pencegahan bullying, oleh karena itu Erry Pratama Putra mengajak peserta matsama untuk menjadi agen perubahan serta menjadi pelapor dan pelopor untuk setiap bentuk perundungan di madrasah, sehingga terwujudnya madrasah ramah anak, jelasnya.
Sementara itu kepala MTsN 3 Malang menyampaikan bahwa berbagai upaya telah dilakukan untuk mewujudkan pendidikan ramah anak, dari mulai pemenuhan fasilitas sarana dan prasarana, budaya, regulasi, sampai metode pembelajaran yang menarik dan menyenagkan telah dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. Oleh karena itu momentum matsama saat ini Hj. Warsi berharap dapat memberikan pemahaman dari dini, khususnya peserta didik baru, mengenai Madrasah Ramah Anak yang bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap anak, jelasnya. (abft)






