Lawang (MTsN 3 Malang). Dalam rangka sosialisasi menyeluruh pelaksanaan penilaian berbasis Asesmen Kompetensi Minimal (AKM), MTsN 3 Malang menggelar diseminasi bimbingan teknis pembelajaran berbasis literasi dan numerasi bagi guru se-KKM MTsN 3 Malang. Dilaksanakan selama 4 hari kegiatan desiminasi dimulai pada hari Senin (24/05) dan dijadwalkan berakhir pada Kamis (27/05) tersebut dihadiri oleh Akhmad Suharto selaku pengawas KKM MTsN 3 Malang, tim desiminasi MTsN 3 Malang, serta perwakilan dari pendidik KKM MTsN 3 Malang.
Kegiatan dibuka melalui saluran video streaming oleh kepala MTsN 3 Malang, dijelaskan oleh Warsi bahwa budaya literasi sebagai prasyarat kecakapan hidup abad 21 merupakan kegiatan yang terintegrasi antara keluarga, masyarakat dan madrasah, oleh karena itu kegiatan literasi pada madrasah menjadi tanggung jawab kita. Ditambahkan oleh kepala MTsN 3 Malang, peniadaan UNBK dan diganti dengan AKM yang berbasis pada literasi teks fiksi, literasi teks informasi dan numerasi, yang ketiganya merupakan kompetensi yang mendasar yang diperlukan oleh peserta didik kita. Selanjutnya Warsi berharap pada peserta diseminasi untuk belajar maupun sharing dalam menyiapkan pembelajaran yang berbasis literasi dan numerasi, sehingga kita memberikan modal kepada peserta didik untuk dapat melanjutkan pendidikan lanjutan dan menjalani hidup, karena kita bekali dengan keterampilan literasi dan numerasi, ungkap kepala MTsN 3 Malang.
Senada dengan kepala madrasah, Ahmad Sunyoto selaku tim diseminasi pembelajaran berbasis literasi numerasi MTsN 3 Malang menjelaskan, bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman secara menyeluruh kepada pendidik mengenai penilaian AKM yang berbasis literasi dan numerasi dan selanjutnya bisa ditularkan pada satuan pendidikan pada tempat asalnya. Selain itu, Ahmad Sunyoto menambahkan bahwa kehadiran para pendidik dari KKM juga diharapkan dapat melengkapi informasi dan pemahaman tentang pembelajaran berbasis literasi dan numerasi secara tuntas. Sehingga para pendidik tidak lagi merasakan kebingungan ketika menghasilkan produk perangkat pembelajaran berbasis literasi dan numerasi.

Akhmad Suharto, selaku narasumber dan sebagai pengawas subrayon 54 KKM MTsN 3 Malang menjelaskan, bahwa kegiatan literasi bukan merupakan hal baru, namun dimulai setelah muncul permendikbud 21 tahun 2015 tentang gerakan literasi nasional. Ditambahkan oleh Akhmad Suharto bahwa terdapat tiga tahapan kegiatan literasi dalam pembelajaran yaitu pembiasaan, pengembangan serta literasi dan numerasi. Oleh karena itu pendidik diharapkan untuk bisa mengaplikasikan semua komponen teresebut dalam pembelajaran, namun tidak perlu menulis literasi maupun numerasi secara terang-terangan, cukup dilihat ciri-cirinya, pembelajaran jika dengan langkah-langkah seperti itu berarti sudah termasuk literasi maupun numerasi, ujar Akhmad Suharto. (abft)






