Lawang (MTsN 3 Malang) – Bertempat di lingkungan madrasah, Gugus Depan 27147–27148 MTsN 3 Malang menggelar kegiatan Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa). Berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu (18-19 Juli 2025), kegiatan dibuka secara resmi oleh Danramil 0818/27 Lawang, Kapten Cke Kacung, yang juga bertindak sebagai pembina apel pembukaan.
Kapten Cke Kacung mengawali sambutannya dengan mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah resmi diterima menjadi siswa MTsN 3 Malang. “Selamat bergabung dalam keluarga besar MTsN 3 Malang. Ini bukan sekadar awal perjalanan di jenjang pendidikan baru, tetapi juga awal dari pembentukan karakter sebagai generasi muda yang tangguh, disiplin, dan berintegritas. Gunakan kesempatan ini untuk menempa diri menjadi pribadi yang berkualitas, cinta tanah air, dan siap berkontribusi bagi bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kapten Cke Kacung menekankan pentingnya menumbuhkan rasa cinta tanah air sejak dini, mencintai Indonesia bukan hanya dengan kata, tetapi melalui sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. “Cinta tanah air bukan sekadar menghafal lagu kebangsaan atau berdiri tegak saat upacara. Wujud nyatanya adalah datang ke madrasah tepat waktu, menaati aturan yang berlaku, bertanggung jawab dalam tugas, serta menjaga kejujuran dalam setiap langkah,” ujarnya penuh semangat. Kapten Kacung juga menegaskan bahwa cinta tanah air harus diwujudkan melalui perilaku anti koruptif. “Korupsi bukan hanya tentang menyalahgunakan uang, tetapi tentang kebiasaan buruk yang melanggar kepercayaan, sekecil apa pun itu. Maka biasakan jujur, disiplin, dan amanah. Karena generasi yang mencintai bangsanya, adalah generasi yang bersih dari korupsi,” tegasnya di hadapan peserta.
Kepala MTsN 3 Malang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Perjusa ini diikuti oleh seluruh siswa baru sejumlah 353 peserta. “Perjusa merupakan bagian dari rangkaian kegiatan MATSAMA 2025 yang dirancang tidak hanya untuk mengenalkan lingkungan madrasah, tetapi juga menumbuhkan karakter tangguh, cinta tanah air, dan semangat kebersamaan dalam diri siswa. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi fondasi awal bagi siswa baru untuk tumbuh menjadi generasi yang kuat, tangguh, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.” jelas Hj. Warsi.

Dalam sambutannya, Hj. Warsi menegaskan bahwa kegiatan kepramukaan yang dilaksanakan dalam Perjusa ini sangat relevan dan sejalan dengan enam nilai utama dalam Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). “Melalui kegiatan pramuka ini, siswa diajak untuk mencintai Allah dan Rasul-Nya dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, berlatih kedisiplinan sebagai wujud cinta kepada diri sendiri, belajar bekerja sama dan tolong-menolong sebagai bentuk cinta kepada sesama, menjaga kebersihan bumi dan alam sebagai bentuk cinta lingkungan, serta menanamkan rasa bangga dan cinta kepada tanah air melalui semangat nasionalisme dan penghindaran dari perilaku koruptif,” terang Hj. Warsi.
Sementara itu Umi Kulsum, selaku koordinator pramuka MTsN 3 Malang menjelaskan bahwa selama Perjusa, peserta akan mendapatkan materi kepramukaan yang mencakup berbagai keterampilan dasar. Di antaranya adalah sejarah Pramuka, tali temali, semaphore, jelajah medan, api unggun, pentas seni, serta pelatihan kedisiplinan dan kerja sama tim, Di malam hari, peserta mengikuti kegiatan api unggun dan pentas seni yang menumbuhkan kreativitas dan kebersamaan. Keesokan harinya, kegiatan dilanjutkan dengan jelajah medan yang menguji kerja sama dan ketangkasan peserta. “Kegiatan ini bertujuan mengembangkan potensi siswa dalam aspek fisik, kecerdasan emosional, dan nilai-nilai luhur kepramukaan,” tambahnya.






