Lawang (MTsN 3 Malang) – Dalam rangka memperingati Bulan Literasi Keuangan dan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2025, Rabu (06/08), MTsN 3 Malang menyelenggarakan kegiatan edukasi keuangan dengan menghadirkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang dan Bank BNI. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari sosialisasi Program KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar), yang bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar madrasah.
Diikuti oleh seluruh peserta didik kegiatan dihadiri langsung oleh Deputi OJK Malang, I Made Maswinarta, Area Head BNI Wilayah 18 Hadianto, serta Kepala MTsN 3 Malang Hj. Warsi beserta jajaran pimpinan madrasah. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga keuangan untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam pengelolaan keuangan secara bijak.
Dalam sambutannya, Hj. Warsi, Kepala MTsN 3 Malang, menegaskan pentingnya membangun budaya menabung dan bijak dalam mengelola keuangan sejak dini. “Budaya menabung dan bijak mengelola keuangan adalah kunci terbebas dari budaya korupsi serta menciptakan masa depan yang aman dan sejahtera,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Hj. Warsi menambahkan bahwa edukasi keuangan ini sangat relevan dengan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), khususnya pada nilai Hubbun Nafs (cinta kepada diri sendiri), yaitu dengan membiasakan hidup hemat dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan pribadi. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), yang salah satu tujuannya adalah membentuk remaja tangguh, sadar perencanaan masa depan, serta siap menghadapi tantangan zaman menuju Indonesia Emas 2045.

Dari pihak BNI, Hadianto, selaku Area Head BNI Wilayah 18, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari peran aktif perbankan dalam mencerdaskan generasi muda secara finansial. “Bulan Literasi Keuangan dan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2025 adalah upaya strategis membangun kesadaran sejak dini tentang pentingnya pengelolaan keuangan secara bijak, menanamkan budaya menabung, serta membentuk kebiasaan yang positif dalam mengatur keuangan pribadi. Literasi keuangan bukan hanya pengenalan produk perbankan, tapi juga keterampilan dasar yang penting untuk masa depan,” jelasnya.

Apresiasi juga datang dari Deputi OJK Malang, I Made Maswinarta, yang menyampaikan dukungan terhadap program literasi keuangan yang dilakukan di MTsN 3 Malang. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari sosialisasi Program KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar) yang digagas oleh OJK. “Lewat program ini, siswa tidak hanya diajak mengenal produk tabungan SimPel yang mudah dan aman, tetapi juga diajak memahami pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menjauhi penggunaan uang untuk hal-hal negatif seperti judi online. Literasi keuangan adalah salah satu kunci mencegah korupsi dan menciptakan generasi yang aman secara finansial,” jelasnya.






