Kab. Malang (MTsN 3 Malang). Suatu pemandangan yang tidak biasa, dimana ratusan peserta didik MTs Negeri 3 Malang Secara bersamaan membawa laptop di madrasah. Selain untuk memenuhi kebutuhan pribadi pada pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hal tersebut juga dilakukan dengan niat beramal sholeh kepada teman-teman mereka dan khususnya kepada madrasah bagi kesuksesan pelaksanaan UNBK 2018, Sebagaimana peraturan pemerintah mewajibkan sekolah/madrasah dalam pelaksanaan ujian nasional 2018 menggunakan computer based test (CBT).
UNBK 2018 sejatinya dilaksanakan pada bulan April, namun sebelum pelaksanaan terdapat beberapa rangkaian yang dilewati oleh sekolah/madrasah. Salah satu rangkaian yang harus diikuti adalah Simulasi UNBK, terdapat 3 Simulasi antara lain Simulasi 1, Simulasi 2, dan Simulasi 3. Simulasi 1 telah dilaksanakan pada bulan November 2017, sedangkan simulasi 2 dilaksanakan pada Rabu dan Kamis (14-15/17), Kemudian simulasi 3 direncanakan pada awal bulan Maret.
Tujuan dilaksanakan simulasi yaitu agar peserta didik mengetahui langkah-langkah yang akan dilewati dalam pelaksanaan UNBK, sehingga ketika pelaksanaan CBT peserta didik tidak kebingungan, karena keberhasilan dalam mengerjakan UNBK tidak hanya diukur peserta didik mampu dalam mengerjakan soal, namun juga proses dalam login dan logout harus sesuai dengan prosedur.
Kepala MTsN 3 Malang mengungkapkan simulasi juga bertujuan untuk merpersiapkan sumberdaya yang dimiliki oleh madrasah, baik itu sumberdaya manusia begitupun juga hardware dan software. Karena ini tahun pertama pelaksanaan Ujian Nasional menggunakan CBT, dengan jumlah peserta ujian cukup banyak yaitu 342 peserta termasuk peserta ujian dari madrasah lain, oleh karena itu harus kita manfaatkan dengan baik simulasi tersebut, antara lain bagaimana troubleshooting ketika terdapat kondisi-kondisi yang menghambat pelaksanaan UNBK. Karena ibarat kata bijak, pengalaman merupakan guru yang sangat berharga, ungkap Hj. Warsi.
Wakil Kepala madrasah bidang kurikulum Diyah Suryaningsuh menambahkan Allhamdulillah simulasi tahap 2 berjalan normal, meskipun terdapat sedikit permasalahan yaitu adanya ganguan koneksi internet. Namun setelah ditelusuri ternyata permasalahan tersebut terjadi dikarenakan adanya pemeliharaan jaringan yang dilakukan oleh provider internet, kedepan kami akan belajar dari pengalaman yaitu ketika menjelang pelaksanaan ujian harus koordinasi dengan beberapa stakeholder baik itu provider internet maupun dengan PLN, sehingga ketika pelaksanaan ujian diupayakan tidak ada pemeliharaan jaringan atau lainnya. Namun overall pelaksanaan simulasi tahap 2 berjalan dengan baik, terakhir Diyah mewakili madrasah mengucapkan terima kasih kepada para wali murid yang telah beramal kebaikan kepada madrasah yaitu mengizinkan laptop nya digunakan untuk madrasah, bahkan sampai kepada karantina selama beberapa hari. (An/Abft)






