Lawang (MTsN 3 Malang) – Melalui platform Zoom Meeting, Rabu (14/05), UPT SPF SMP Negeri 1 Lubuk Pakam mengajak MTsN 3 Malang untuk Berbagi Praktik Baik Kesehatan Mental yang merupakan bagian dari proyek riset yang didukung oleh PT Trakindo Utama, dengan fokus pada isu kesehatan mental di kalangan pelajar di era digital.
Kegiatan diikuti oleh perwakilan dari kedua sekolah, antara lain kepala Sekolah/Madrasah, wakil kepala sekolah/madrasah, siswa-siswi dari tim riset SMPN 1 Lubuk Pakam, serta para kader Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dari MTsN 3 Malang. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala UPT SPF SMP Negeri 1 Lubuk Pakam, yang mengawali sambutannya dengan mengucapkan terima kasih serta menyampaikan apresiasi kepada MTsN 3 Malang yang telah bersedia menjadi mitra rujukan dalam riset ini, jelas Eflian Lubis.
Kepala UPT SPF SMP Negeri 1 Lubuk Pakam, menjelaskan bahwa asal mula dari kegiatan ini yaitu kami mendapat support dari perusahaan Trakindo untuk sebuah riset kesehatan mental, dalam penelitian tersebut, kami menjalin kerja sama dengan beberapa pihak di luar sekolah, dan salah satunya adalah MTsN 3 Malang. Kami mendengar bahwa MTsN 3 Malang memiliki perhatian serius terhadap kesehatan mental melalui program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), yang salah satu fokusnya adalah pada isu ini. Oleh karena itu, kami sangat berharap dapat belajar dari praktik baik yang telah dilakukan di sini,” ujar Eflian Lubis.

Sementara itu, Kepala MTsN 3 Malang, dalam sambutannya menjelaskan bahwa MTsN 3 Malang saat ini tengah berproses menuju transformasi sebagai madrasah digital. Transformasi ini tidak hanya mencakup modernisasi sarana dan prasarana berbasis teknologi, tetapi juga menyentuh aspek pembelajaran, tata kelola, dan budaya madrasah. Yang tidak kalah penting, digitalisasi ini tetap memperhatikan sisi kemanusiaan peserta didik, terutama dalam menjaga kesehatan mental mereka di tengah derasnya arus informasi dan tekanan akademik yang semakin kompleks.
Hj. Warsi menambahkan, untuk menyiapkan peserta didik yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan menghadapi Indonesia Emas 2045, MTsN 3 Malang membekali siswa dengan wawasan kependudukan melalui program SSK, yang di dalamnya terdapat berbagai bentuk edukasi terkait kesehatan mental, termasuk keterampilan manajemen stres, kesadaran diri, serta kemampuan menyeimbangkan antara dunia digital dan kehidupan nyata.
Oleh karena itu, Hj. Warsi menegaskan bahwa kesehatan mental menjadi perhatian utama dalam proses digitalisasi madrasah. “Di satu sisi, teknologi membawa banyak kemudahan, namun di sisi lain juga memunculkan tantangan baru seperti tekanan akademik, kelelahan digital, dan kecenderungan isolasi sosial. Melalui program SSK, kami ingin memastikan bahwa transformasi digital tidak justru mengorbankan kesejahteraan mental peserta didik,” terang Kepala MTsN 3 Malang dengan penuh komitmen.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi sharing praktik baik yang disampaikan oleh Wakil Kepala Bidang Akademik MTsN 3 Malang, yang menjelaskan bahwa ekosistem madrasah telah dirancang untuk mendukung kesehatan mental peserta didik secara holistik, antara lain melalui program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), Madrasah Ramah Anak, dan Madrasah Sehat. Program-program ini diintegrasikan dalam berbagai kegiatan, baik di dalam maupun di luar kelas, untuk membentuk lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif, ujar Indah Afifah.
Praktik baik juga ditampilkan langsung oleh para kader SSK MTsN 3 Malang, yang menjelaskan aksi nyata dan kreativitas dalam menyampaikan edukasi kesehatan mental, seperti melalui konten digital di media sosial, kampanye poster, video edukatif, hingga layanan teman sebaya melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Kehadiran para kader ini menjadi wujud nyata dari partisipasi aktif siswa dalam membangun budaya peduli di lingkungan madrasah, sekaligus memperkuat peran siswa sebagai agen perubahan dalam isu-isu kependudukan dan kesehatan mental.






