Lawang (MTsN 3 Malang), Hari ini, Senin (22/04/2024) dalam rangka memeringati Hari Kartini tepatnya tanggal 21 April, seluruh warga madrasah mengikuti apel pagi di minidome MTsN 3 Malang. Apel pagi dilaksanakan tertib dengan protokol yang normatif termasuk penhormatan kepada Sang Saka Merah Putih dan pembacaan teks Pancasila dilanjutkan dengan amanat pembina upacara. Bertindak sebagai pembina upacara, yakni kepala madrasah, Dra. Hj. Warsi, M.Pd.
Bagian inti adalah amanat pembina upacara yang disampaikan oleh Kepala MTsN 3 Malang. Dalam amanatnya, kepala madrasah mengulas sisi historis pahlawan perempuan ini. Raden Adjeng Kartini adalah sosok perempuan Jawa masa lalu yang inspiratif. Beliau dikenal sebagai sosok berjasa yang memelopori emansipasi atau kebangkitan perempuan Indonesia. Secara tertulis, konsep untuk memajukan perempuan Indonesia kala itu menjadi bagian penting dalam surat-surat yang dikirimkan kepada sahabatnya, perempuan Belanda bernama Rosa Manuela Abendanon. Koleksi surat itu kemudian dibukukan dan diterbitkan dengan judul Habis Gelap Terbitkah Terang. Terbitnya buku itu menjadi momen penting bahwa perjuangan untuk memajukan perempuan Indonesia lebih bersifat feminin, halus, melalui sisi literasi, ungkap kepala madrasah.

Dengan metode itu, imbuh kepala madrasah, Raden Adjeng Kartini merefleksikan peran perempuan dalam perjuangan bangsa. Pentingnya mendorong kesetaraan perempuan sesuai kodratnya, bukan hanya menjadi kontja wingking, namun turut berperan di kancah pembangunan serta pemberdayaan intelektual. Pemikiran-pemikirannya menjadi dasar modernitas. Hingga saat ini perempuan dapat mengambil peran di banyak forum diskusi yang sepadan dengan laki-laki, menyumbangkan gagasan untuk kemajuan bangsa. Raden Adjeng Kartini mengajarkan kita untuk tidak takut bermimpi besar dan berani menghadapi tantangan.
Apel hari Kartini juga menjadi platform bagi lembaga untuk mengumumkan berbagai kebijakan dan program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan serta lingkungannya. Mulai dari program pendidikan hingga fasilitas kesehatan yang lebih baik, langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu mewujudkan visi Raden Adjeng Kartini tentang perempuan yang merdeka dan berdaya.
Apel peringatan hari Kartini ditutup dengan penuh lagu nasional karya WR Supratman, yang liriknya mengaktualisasikan profil dan semangat tokoh perempuan nasional ini, agar makin dikenal oleh siswa, generasi muda:
Ibu kita Kartini
Putri sejati
Putri Indonesia
Harum namanya
Ibu kita Kartini
Pendekar bangsa
Pendekar kaumnya
Untuk merdeka
Wahai ibu kita Kartini
Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya
Bagi Indonesia (rhm)






