Lawang (MTsN 3 Malang). Dua cabang ilmu bela diri yang termasuk kegiatan ekstra kurikuler MTsN 3 Malang berhasil membawa nama baik madrasah, karate dan pencak silat yang merupakan kegiatan ekstra unggulan setidaknya berhasil mengumpulkan enam medali maupun penghargaan dari kejuaraan daerah dan kejuaraan nasional.
Cabang karate berhasil meraih 2 kemenangan dari 2 kategori pada Kejuaraan Karate antar Pelajar dan Mahasiswa se Jawa Timur di Gedung Olahraga Merdeka Jombang, Minggu (23/6). Kejuaraan ini memperebutkan Piala Kapolres Jombang ke 2, bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang ke 15, KONI Kabupaten Jombang Bhayangkara Jombang. Afifi Amir berhasil merebut juara 2 kumite dan Nafahatin juara 1 kumite dan juara BOB Putri.

Nafahatin (dua dari kiri) setelah menerima penghargaan
Untuk cabang bela diri pencak silat empat peserta didik MTsN 3 Malang mampu mengumpulkan 4 Medali untuk kategori beregu dan tunggal, Isfirayaini Azzahra, Aliandra Maura, Fitri Ana Mukti meraih juara 1 putri seni beregu tingkat SMP/MTs sederajat dan Amanda rasikah juara 2 putri seni tunggal tangan kosong tingkat SMP/MTs sederajat. Dilaksanakan di GOR Ken Arok Malang, Sabtu (22/6) hingga Minggu (23/6), Kejuaraan bertajuk Malang Championship I tersebut diikuti oleh 2954 pesilat, Tak tanggung-tanggung, kejuaraan pencak silat yang di klaim merupakan pencak silat open tournament terbesar di Jawa Timur ini diikuti peserta dari seluruh Indonesia, termasuk hingga dari Papua dan Medan.
Menanggapi capaian enam peserta didik tersebut, Kepala MTsN 3 Malang mengaku sangat bangga dengan raihan prestasi kegiatan ekstra bela diri peserta didik MTsN 3 Malang, terutama untuk cabang pencak silat yang merupakan bela diri bisa dikatakan masih berusia “bayi”, bela diri pencak silat di MTsN 3 Malang terlahir maupun muncul dari dampak positif gelaran Asian Games 2018 yang menjadikan Indonesia menjadi juara umum. Warsi menambahkan, melihat minat dan prestasi peserta didik MTsN 3 Malang dengan ilmu bela diri, kedepan potensi para pesilat akan terus diperhatikan dan dikembangkan agar mereka bisa berlaga kepada event yang lebih tinggi, baik tingkat nasional maupun internasional, ungkap Kamad. (Abft)






