Lawang (MTsN 3 Malang). Setelah menyisihkan lebih dari 6000 peserta dari seluruh Indonesia dan melewati babak semi final, tim riset MTsN 3 Malang memasuki tahap Grand Final. Diselenggarakan di Ballroom Hotel Shangrilla pada Sabtu-Minggu (4-6/12), tim riset MTsN 3 Malang membawa pulang prestasi tingkat nasional dengan perolehan Juara Harapan 2, melalui penilitan yang berjudul Aplikasi Salehah Deteksi Darah Wanita.
Diwakili oleh Nuha Afza dan Keisha Maheswari Putri Bumi, tim riset MTsN 3 Malang mengembangkan sebuah aplikasi yang memudahkan wanita dalam menentukan darah haid dan juga istihadloh saat mengalami istihadloh. Nuha Afza menjelaskan bahwa penelitian diawali dengan pelaksanaan survei melalui angket, untuk mengetahui seberapa banyak masyarakat perempuan Kabupaten Malang yang memahami keadaan darah, sebab mengenali kondisi darah merupakan hal yang berhubungan dengan keabsahan ubudiyah, ungkap siswi yang saat ini menempuh semester 3.
Keisha Maheswari Putri Bumi yang merupakan siswi semester 1 menambahkan bahwa Aplikasi “Saleha” telah sesuai dengan syariat Islam yang ada, didukung dengan sumber rujukan kitab yang sesuai, antara lain Kitab Baijuri (Syaikh Ibrahim al-Baijuri), Kitab Fiqih Muyassar lil Imam Syafi’i (Syekh Wahbah Zuhaili), I’anatu an-Nisa (Muhammad bin Abdul Qodir Bafadhol), dan Risalah Haidl Nifas dan Istihadloh, jelas peneliti kedua.
Zahroul Mufidah menyatakan bahwa aplikasi “Saleha” Pembahasannya cukup lengkap dan memberikan informasi secara komunikatif terhadap pengguna, Kemudahan produk aplikasi didesain dengan sederhana agar memudahkan pengguna dalam memahami fitur-fitur yang ada, Kemudahan pengoperasian sesuai dengan kebutuhan pendeteksian darah telah dapat memberikan kemudahan terhadap pengguna, ungkap pembimbing tim Myres MTsN 3 Malang.
Sementara itu, Kepala MTsN 3 Malang mengungkapkan perasaan bahagianya atas capaian prestasi tim riset pada kompetisi Myres 2021, selain itu Hj. Warsi juga mengucapkan terima kasih kepada peserta, pembimbing serta pendamping atas kerja kerasnya sehingga bisa masuk pada Grand Final serta memperoleh juara Harapan 2. Ditambahkan oleh Hj. Warsi bahwa prestasi tersebut memiliki arti penting bagi perkembangan MTsN 3 Malang, dan itu meneguhkan jati diri kita sebagai madrasah yang berbasis riset. Oleh karena itu, kepala MTsN 3 Malang berharap, jika terdapat informasi mengenai kegiatan serupa, segera ikuti, sehingga MTsN 3 Malang terus meraih prestasi dan menjadi madrasah yang mandiri dan berprestasi, sebagaimana tagline Kementerian Agama, ungkap Hj. Warsi. (abft)