Lawang (MTsN 3 Malang) – Setelah mengikuti beberapa tahapan seleksi PPDB dan pra-matsama, peserta didik baru MTsN 3 Malang Senin (17/07) mengikuti kegiatan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) Tahun Pelajaran 2023/2024. Dengan bertemakan Menuju Pembelajaran 4.0 Peningkatan Kualitas Dengan Religous, Creative, Excellent, kegiatan Matsama diawali dengan apel yang diikuti oleh pendidik dan tenaga kependidikan serta peserta didik MTsN 3 Malang.
Sebagai pembimbing apel, Nur Cholis dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan Matsama adalah masa orientasi atau kegiatan
pertama masuk sekolah untuk pengenalan program, sarana dan prasarana madrasah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri, dan pembinaan awal budaya kekhasan madrasah. Dilanjutkan oleh Nur Cholis bahwa kegiatan matsama diikuti oleh 350 peserta didik baru, dan mereka akan mendapatkan beberapa materi, yang antara lain yaitu: strategi pembelajaran kurikulum merdeka, moderasi beragama kebangsaan (kesetaraan dan anti diskriminasi), pengenalan organisasi siswa dan ekstrakurikuler wajib pramuka, sosialisasi majmu’ syarif dan SKU (Syarat Kecakapan Ubudiyah), madrasah riset, sosialisasi disiplin positif, literasi madrasah, madrasah ramah anak, pemetaan BTQ, dan sosialisasi ekstrakurikuler, jelas waka kesiswaan.

Sementara itu pada tempat terpisah, kepala MTsN 3 Malang menjelaskan bahwa matsama termasuk kegiatan transisi agar peserta didik baru benar-benar siap mengikuti proses pembelajaran di lingkungan belajar yang baru, oleh karena itu madrasah perlu mengisi kegiatan pengenalan yang bersifat edukatif, kreatif dan menyenangkan bagi semua peserta didik. Di samping itu, kegiatan matsama ini juga digunakan untuk mengenalkan sejak dini beberapa prinsip yang menjadi pegangan tata kehidupan warga madrasah agar tercipta iklim akademik yang kondusif sarat dengan nilai akhlakul karimah, jelas Hj. Warsi.
Hj. Warsi menambahkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan matsama didesain sedemikian rupa sehingga memberi pengalaman yang menyenangkan, membahagiakan, dan tidak menegangkan, juga mengenalkan nila-nilai moderasi beragama, menumbuhkan budaya dan jiwa inklusif tidak eksklusif, ramah, anti kekerasan dan bullying, anti pelecehan seksual, dan menghargai harkat-martabat kemanusiaan, sehingga sejalan dengan penerapan Madrasah Ramah Anak di MTsN 3 Malang. (abft)






