MALANG – Menghadapi lomba Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) tingkat nasional, MTsN 3 Malang memperkuat kapasitas para kader melalui serangkaian pembinaan. Kegiatan yang berlangsung di Pojok Kependudukan tersebut diawali koordinasi bersama koordinator dan tim SSK untuk menyatukan langkah serta memantapkan tugas masing-masing. Pembinaan kemudian dilanjutkan dengan materi kesehatan remaja dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R).
Koordinasi membahas kesiapan kegiatan, pembagian peran, serta program yang perlu diperkuat menjelang kompetisi. Para kader juga terlibat dalam diskusi untuk menyampaikan gagasan dan memahami tanggung jawabnya. Langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan sebelum memasuki tahapan lomba.

Pembekalan kesehatan remaja disampaikan Nur Azizah, selaku Pembina Posyandu Remaja MTsN 3 Malang. Materi mencakup pentingnya menjaga kesehatan, membangun pola hidup sehat, dan meningkatkan kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi remaja. “Pengetahuan kesehatan tidak cukup hanya dipahami, tetapi juga perlu dibagikan kepada teman sebaya,” ujar Nur Azizah.
Usai pembahasan kesehatan, peserta mendapatkan materi PIK-R. Pembinaan ini mengenalkan peran PIK-R sebagai wadah informasi dan konseling bagi remaja, sekaligus mendorong kemampuan berkomunikasi dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab. Bekal tersebut diharapkan memperkuat peran kader sebagai penggerak edukasi di lingkungan madrasah.

Kepala MTsN 3 Malang, Hj. Warsi, mengapresiasi pembinaan yang diberikan kepada para kader. “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya mempersiapkan kader menghadapi lomba, tetapi juga membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya. Ia menegaskan bahwa sinergi antara tim SSK, pembina, dan kader menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program.
Seluruh rangkaian pembinaan berlangsung di Pojok Kependudukan MTsN 3 Malang. Materi yang diberikan menjadi bekal untuk menghadapi lomba sekaligus memperkuat kepedulian pelajar terhadap kesehatan dan isu kependudukan. Dengan pembinaan yang terarah, kader diharapkan mampu tampil percaya diri serta memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan madrasah.(ssk)