Lawang (MTsN 3 Malang) – Jumat 20 September 2024, Tim Go Green MTsN 3 Malangkembali aktif setelah vacum saat pandemi Covid-19 lalu, Bank Sampah Matsaneti menjadi anggota Bank Sampah Malang sejak 2017.Menyediakan sarana untuk penimbangan sampah ekonomis yang dihasilkan baik setiap kelas maupun di lingkungan madrasah. Melalui perwakilan peserta didik setiap kelas mereka menimbangkan sampah ekonomis ke Bank Sampah Malang (BSM), setelah menabung 3-4 bulan di BSM (Matsaneti) maka sekarang saatnya menabung di BSM (Malang) yang berlangsung di halaman mini dome madrasah.
Slogan “Buanglah Sampah Pada Tempatnya” nampaknya tidaklah cukup menjadi solusi dalam permasalahan sampah, terutama di lingkungan madrasah sendiri. Terlebih banyaknya rombongan belajar di MTsN 3 Malang, turut andil menimbulkan tingginya angka sampah yang dihasilkan tiap kelas, sehingga dibutuhkan gerakan masif oleh seluruh warga madrasah sebagai wujud kepedulian terhadap kebersihan dan rasa bertanggungjawab terhadap sampah yang dihasilkannya.

Satu pickup/truck sampah tidak lanjut ke Tempat Pembuangan Sampah(TPS) tapi lanjut ke industri untuk di daur ulang adalah sebuah kegembiraan atau bahkan kebanggaan, yang akhirnya slogan “Sampah membawa berkah” akan benar dirasakan. Kegiatan ini digawangi langsung oleh pembina ekstrakulikuler Go Green yakni ibu Nur Ainiyah, “Bukan hanya tentang pengelolaan sampah, tetapi juga tentang mengedukasi dan pembiasaan peserta didik mengenai dampak sampah terhadap lingkungan dan kegiatan BSM ini dapat berkontribusi pada keberlanjutan bumi, pelan tapi pasti“, pungkasnya.
Kepala MTsN 3 Malang, Hj.Warsi juga menyampaikan bahwa “Inisiatif semacam ini dapat menciptakan generasi muda yang bertanggung jawab dan sadar akan peran mereka dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekitar”.
Harapannya dengan dilakukan kegiatan ini sebagai salah satu sarana pembiasaan yang kedepannya dapat tercipta budaya baru bagi warga madrasah dalam menjaga lingkungan sekitar, dan menjadi aksi nyata dalam menjaga keberlanjutan bumi.






